Implementasi Program 'PELOPOR' (Pengolahan Sampah Dan Biopori) Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Dan Konservasi Air Tanah
Main Article Content
Abstract
Pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal dan menurunnya daya resap tanah merupakan permasalahan lingkungan yang sering dijumpai di wilayah perdesaan, termasuk di Dusun Ngopak, Desa Arjosari. Permasalahan ini berpotensi menimbulkan isu sanitasi dan genangan air. Sebagai respons, program pengabdian kepada masyarakat bernama 'PELOPOR' (Pengolahan Sampah dan Biopori) diimplementasikan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus melakukan konservasi air tanah melalui teknologi tepat guna Lubang Resapan Biopori (LRB). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sasaran, yaitu Ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Rangkaian kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi praktik yang dilaksanakan pada bulan Juli 2025. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat antusiasme dan partisipasi aktif yang tinggi dari masyarakat sasaran. Terjadi transfer pengetahuan yang efektif mengenai konsep, manfaat, dan teknik pembuatan biopori. Program ini berhasil menghasilkan satu unit percontohan LRB dan mendistribusikan bibit tanaman sebagai insentif pemanfaatan kompos. Disimpulkan bahwa program 'PELOPOR' efektif sebagai metode edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi karena sifatnya yang murah, mudah, dan memberikan manfaat ganda.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.